Kondisi Setelah Kerusuhan Di Mako Brimob
AmanahNegeriku.com,- Kerusuhan yang terjadi di Mako BRIMOB,
Kelapa Dua, Depok (9/5). Peristiwa yang didugi bermula dari cekcok antara
tahanan dan petugas dari personel Brimob tersebut mengakibatkan Lima orang anggota polisi
meninggal saat saat mensterilkan lokasi kejadian.
Kelima anggota polisi yang gugur tersebut ialah Iptu
Yudi Rospuji Siswanto, Aipda Denny Setiadi, Brigadir Fandi Setyo Nugroho,
Briptu Syukron Fadli, dan Briptu Wahyu Catur Pamungkas.
Setelah kejadian tersebut Menteri Koordinator Bidang
Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto memberikan keterangan Pers terkait
penanganan kerusuhan yang telah terjadi di Mako BRIMOB, Kelapa Dua, Depok (10/5).
Dalam keterangan Persnya tersebut Menkopolhukam,
Wiranto menjelaskan, pelaku kerusuhan adalah terorisme dalam tahanan yang
seharusnya sadar akan perbuatannya, justru malah melakukan kekejaman dengan
merampas senjata, menyandera, menyiksa, bahkan membunuh petugas dengan cara
keji yang melampaui batas kemanusiaan.
Kedua, sesuai dengan sikap pemerintah yang telah
berkali-kali disampaikan oleh Presiden Jokowi, bahwa dalam menghadapi terorisme
selalu bersikap tegas tidak pandang bulu, maka melalui rapat koordinasi dari
seluruh pemangku kepentingan, telah direncanakan
serbuan untuk melucuti dan melumpuhkan para teroris yang telah di isolasi pada
lokasi tertentu.
Ketiga, lanjut Wiranto, sesuai dengan standar Prosedur
Operasional yang berlaku secara universal, apparat keamanan telah memberikan
ultimatum kepada mereka “menyerah atau menghadi resiko serbuan” dengan Batasan waktu
tertentu.
Keempat, pada hari ini, kamis (10/5/2018) sebelum
fajar mereka menyatakan menyerah tanpa syarat, satu persatu keluar dari posisi
mereka meyerahkan diri kepada petugas dengan tanpa senjata sebanyak 145 orang.
Bagi sisa terosis yang tidak menyerah dilakukan serbuan
oleh aparat keamanan dilokasi bertaha
mereka, dalam kontak tembak yang berlangsung singkat akhirya 10 orang teroris
menyerah. Pungkasnya.
