Makalah Pengertian Supervisi Pendidikan
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang
berjudul “Pengertian Supervisi
pendidikan”. yang alhamdulillah tepat pada waktunya, Makalah yang berisikan
tentang penjelasan pengertian Supervisi Pendidikan ini untuk memenuhi salah
satu tugas mata kuliah “Supervisi
Pendidikan” selain itu kami berharap makalah ini bisa bermanfaat khusus
bagi kami umumnya untuk masyarakat luas untuk memberikan penjelasan kepada kita
semua tentang Supervisi Pendidikan.
Kami
menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik
dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi
kesempurnaan Makalah ini. Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada
rekan-rekan mahasiswa dan semua pihak yang telah berperan serta dalam
penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa
meridhai segala usaha kita. Amin....
Sukabumi,
11 Agustus 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
C. Prinsip-prinsip supervisi............................................................................................
D. Fungsi supervisi........................................................................................................
E. Tipe-tipe supervisi.....................................................................................................
F. Teknik-teknik yang digunakan..................................................................................
1. Teknik supervisi yang bersifat
kelompok.............................................................
a. Pertemuan orientasi bagi guru
baru..................................................................
b. Rapat guru.......................................................................................................
c. Studi kelompok antar guru...............................................................................
d. Diskusi.............................................................................................................
e. Workshop........................................................................................................
f. Tukar menukar pikiran.....................................................................................
2. Teknik individual dalam
supervisi........................................................................
a. Teknik kunjungan kelas...................................................................................
b. Teknik Observasi kelas....................................................................................
c. Percakapan pribadi...........................................................................................
d. Intervisitasi......................................................................................................
e. Penyeleksi berbagai sumber.............................................................................
3. Guru dan Supervisor.............................................................................................
4. Seminar................................................................................................................
5. Simposium............................................................................................................
6. Demontrasi mengajar............................................................................................
7. Buletin supervisi...................................................................................................
G. Kelemahan dan Kelebihan
Supervisi........................................................................
H. Perangkat Supervisi..................................................................................................
BAB
III................................................................................................................................
PENUTUP.......................................................................................................................
DAFTAR
PUSTAKA............................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki ilmu pengetahuan, kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian
diri, kepribadian, akhlah mulia serta ketrampilan yang diperluakan dirinya
maupun masyarakat bangsa dan negara. Artinya pendidikan pada hakikatnya adalah
memanusiakan manusia agar menjadi insane yang beriman dan bertaqwa terhadap
Tuhan yang maha Esa, cerdas terampil dan berahklak mulia, berkepribadian serta
bertanggunng jawab atas kemajuan bangsa dan negara.
Hal yang sama juga terjadi dalam lembaga pendidikan Islam, supervisor
dalam supervisi pendidikan Islam meliputi kepala madrasah/lembaga, pengawas,
dan rekan sejawat. Kepala madrasah dan pengawas wajib menjadi supervisor karena
mereka merupakan atasan, hal tersebut sesuai dengan hadits Nabi:
عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ أَلَا كُلُّكُمْ
رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى
النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ
بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ
بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ
سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ
عَنْ رَعِيَّتِهِ
Artinya:
Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan dimintai pertanggung jawaban
terhadap apa yang kamu pimpin. Seorang raja adalah pemimpin bagi rakyatnya, dan
dia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Seorang
suami adalah pemimpin bagi anggota keluarganya dan dia akan dimintai
pertanggung jawaban terhadap mereka. Seorang istri adalah pemimpin bagi rumah
tangga, suami dan anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggung jawaban
terhadapa apa yang dipimpinnya. Seorang hamba adalah pemimpin bagi harta
majikannya, dan dia juga akan dimintai pertanggung jawaban terhadap apa yang
dipimpinnya. Dan ingat setiap kamu adalah pemimpin dan akan dimintai
pertanggung jawaban terhadap kepemimpinannya.
Hakikat
manusia sebagai individu pada dasarnya memandang bahwa setiap individu atau
manusia memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda satu sama lain. Dalam
konteks pendidikan peserta didik sebagai subyek sekaligus objek pendidikan
adalah manusia atau pribadi yang memiliki potensi atau kemampuan. Kemampuan atau
potensi tersebut bisa dikembangkan secara optimal melalui suatu proses
pendidikan baik pendidikan pada jalur formal/sekolah maupun pada jalur
nonformal/luar sekolah. Maka dari itu diperlukan adanya tenaga kependidikan
yakni pendidik, pengelola, pengawas dan tenaga kependidikan lainnnya untuk
secar bersama-sama mengembangkan potensi peserta didik melalui proses belajar
dan latihan sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya pada suatu satuan
pendidikan.
Hakikat
manusia sebagai makhluk berke-Tuhanan memandang manusia adalah makhluk religi
yang mengakui dan menyakini adanya sang pencipta yakni Tuhan Yang Maha Esa.
Pengakuan dan kenyakinan itu perlu ditumbuhkankembangkan pada semua peserta
didik pada setiap jalur jenjang dan tingkat pendidikan. Implementasinya dalam
proses pendidikan melalui pendidikan agama sebagaimana tertuang dalam kurikulum
pada setiap satuan pendidikan. Dalam konteks ini diperlukan tenaga kependidikan
yang taat melaksanakan tugas pendidikan, memegang teguh dan menghormati ajaran
agama bagi peserta didik.
Secara
filosofis tenaga pendidik, pengelola pendidikan, pengawas sekolah sekolah serta
tenaga kependidikan lainnya penting memahami hakikat manusia sebagai makhluk
social maupun sebagai hamba Tuhan Yang Maha Esa
Dalam perkembangannya, pengawas satuan pendidikan
lebih diarahkan untuk memiliki serta memahami bahkan dituntut untuk dapat
mengamalkan apa yang tertuangdalam peraturan menteri tentang kepengawasan.
Tuntutan tersebut salah satunya tentang kompetensi dalam memahami metode dan teknik
dalam supervisi. Seorang supervisor adalah orang yang profesional ketika
menjalankan tugasnya, ia bertindak atas dasar kaidah-kaidah ilmiah untuk
meningkatkan mutu pendidikan.
Guru adalah salah satu komponen sumber daya pendidikan
memerlukan pelayanan supervisi. Pentingnya bantuan supervisi pendidikan
terhadap guru berakar mendalam dalam kehidupan masyuarakat. Untuk menjalankan
supervisi diperlukan kelebihan yang dapat melihat dengan tajam terhadap
permasalahan dalam peningkatan mutu pendidikan, menggunakan kepekaan untuk
memahaminya dan tidak hanya sekedar menggunakan penglihatan mata biasa,
sebab yang diamatinya bukanmasalah kongkrit yang tampak, melainkan memerlukan kepekaan mata batin.
Seorang supervisor membina peningkatan mutu akademik
yang berhubungandengan usaha-usaha
menciptakan kondisi belajar yang lebih baik berupa aspek akademis, bukan
masalah fisik material semata.Ketika supervisi dihadapkan pada kinerja
dan pengawasan mutu pendidikan oleh pengawas satuan pendidikan, tentu
memiliki misi yang berbeda dengan supervisi oleh kepala sekolah. Hal ini
bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada kepala sekolah dalam
mengembangkan mutu kelembagaan pendidikandan memfasilitasi kepala sekolah agar
dapat melakukan pengelolaan kelembagaan secaraefektif dan efisien.
1.2.Rumusan Masalah
Adapun masalah yang akan kami bahas dalam makalah ini yaitu :
- Apa pengertian Supervisi Pendidikan
- Apa tujuan dan sasaran supervisi pendidikan
- Apa saja Prinsip-prinsif supervisi pendidikan
- Apa Fungsi supervisi pendidikan
- Apa saja Tipe-tipe supervisi pendidikan
1.3. Tujuan
Adapun tujuan
dari makalah ini adalah :
- Untuk
menjelaskan pengertian supervisi pendidikan
- Menjelaskan
tujuan dan sasaran supervisi pendidikan
- Menjelaskan
prinsip-prinsif supervisi pendidikan
- Menjelaskan
fungsi supervisi pendidikan
- Menjelaskan
tipe-tipe supervisi pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN
PENGERTIAN SUPERVISI PENDIDIKAN
1. Pengertian supervisi Menurut
Beberapa hal :
Arti Supervisi menurut asal usul
(etimologi), bentuk perkataannya (morfologi), maupun isi yang terkandung dalam
perkataan itu ( semantik).
·
Secara
morfologis, Supervisi berasal dari dua kata bahasa Inggris, yaitu super dan
vision. Super berarti diatas dan vision berarti melihat, masih serumpun dengan
inspeksi, pemeriksaan dan pengawasan, dan penilikan, dalam arti kegiatan yang
dilakukan oleh atasan – orang yang berposisi diatas, pimpinan – terhadap hal-hal yang ada dibawahnya. Supervisi juga merupakan
kegiatan pengawasan tetapi sifatnya lebih human, manusiawi. Kegiatan supervise
bukan mencari-cari kesalahan tetapi lebih banyak mengandung unsur pembinnaan,
agar kondisi pekerjaan yang sedang disupervisi dapat diketahui kekurangannya
(bukan semata - mata kesalahannya) untuk dapat diberitahu bagian yang perlu
diperbaiki
·
Secara
sematik, Supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa
bimbingan atau tuntunan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan
peningkatan mutu mengajar dan belajar dan belajar pada
khususnya.
·
Secara
Etimologi, supervisi diambil dalam perkataan bahasa Inggris “ Supervision”
artinya pengawasan di bidang pendidikan. orang yang melakukan supervisi disebut supervisor.
2. Pengertian Supervisi Menurut
Pendapat Para Ahli :
a. Good Carter, Memberi
pengertian supervisi adalah usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memimpin
guru-guru dan
petugas lainnya, dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulir, menyeleksi
pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru dan
merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan-bahan pengajaran, dan metode mengajar
dan evaluasi pengajaran. God Carter melihatnya sebagai usaha
memimpin guru-guru
dalam jabatan mengajar,
b. Boardman menyebutkan supervisi
adalah salah satu usaha menstimulir, mengkoordinir dan membimbing secarr
kontinyu pertumbuhan guru-guru di
sekolah baik secara individual maupun secara kolektif, agar lebih mengerti dan lebih
efektif dalam mewujudkan seluruh fungsi pengajaran dengan demikian mereka dapat
menstmulir dan membimbing pertumbuan tiap-tiap murid secara kontinyu, serta
mampu dan lebih cakap berpartsipasi dlm masyarakat demokrasi modern. Boardman.
Melihat supervisi sebagai lebih sanggup berpartisipasi dlm masyarakat modern.
c. Wilem Mantja (2007) mengatakan
bahwa, supervisi diartikan sebagai kegiatan supervisor (jabatan resmi)
yang dilakukan untuk perbaikan proses belajar mengajar
(PBM). Ada dua tujuan (tujuan ganda) yang harus diwujudkan oleh supervisi,
yaitu; perbaikan (guru murid)
dan peningkatan mutu pendidikan. Willem Mantja memandang supervisi sebagai
kegiatan untuk perbaikan (guru murid)
dan peningkatan mutu pendidikan.
d. Kimball Wiles (1967) konsep supervisi
modern dirumuskan sebagai berikut : “Supervision is assistance in the
development of a better teaching learning situation”. Kimball Wiles beranggapan
bahwa faktor manusia yg memiliki kecakapan (skill) sangat penting untuk
menciptakan suasana belajarmengajar
yg lebih baik.
e. Mulyasa (2006) supervisi
sesungguhnya dapat dilaksanakan oleh kepala sekolah yang berperan sebagai
supervisor, tetapi dalam sistem organisasi modern diperlukan supervisor khusus
yang lebih independent, dan dapat meningkatkan obyektivitas dalam pembinaan dan
pelaksanaan tugas.
f. Ross L (1980), mendefinisikan
bahwa supervisi adalah pelayanan kapada guru-guru yang
bertujuan menghasilkan perbaikan pengajaran, pembelajaran dan kurikulum.
Ross L memandang supervisi sebagai pelayanan kapada guru –
guru yang bertujuan menghasilkan perbaikan.
g. Purwanto (1987), supervisi ialah
suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan
pegawai sekolah dalam melakukan pekerjaan secara efektif.
Kegiatan supervisi dahulu banyak
dilakukan adalah Inspeksi, pemeriksaan, pengawasan atau penilikan. Supervisi
masih serumpun dengan inspeksi, pemeriksaan dan pengawasan, dan penilikan,
dalam arti kegiatan yang dilakukan oleh atasan –orang yang berposisi diatas,
pimpinan-- terhadap hal-hal yang ada dibawahnya. Inspeksi : inspectie
(belanda) yang artinya memeriksa dalam arti melihat untuk mencari
kesalahan. Orang yang menginsipeksi disebut inspektur. Inspektur dalam hal ini
mengadakan :
1.
Controlling : memeriksa apakah semuanya dijalankan
sebagaimana mestinya
2.
Correcting : memeriksa apakah semuanya
sesuai dengan apa yang telah ditetapkan/digariskan
3.
Judging :
mengandili dalam arti memberikan penilaian atau keputusan sepihak
4.
Directing : pengarahan, menentukan
ketetapan/garis
5.
Demonstration : memperlihatkan bagaimana mengajar yang baik
Pemeriksaan artinya melihat apa yg
terjadi dlm kegiatan sedangkan Pengawasan adalah Melihat apa yg positif &
negatif. Adapun Supervisi juga merupakan kegiatan pengawasan tetapi sifatnya
lebih human, manusiawi. Kegiatan supervisi bukan mencari - cari kesalahan
tetapi lebih banyak mengandung unsur pembinnaan, agar kondisi pekerjaan yang
sedang disupervisi dapat diketahui kekurangannya (bukan semata-mata
kesalahannya) untuk dapat diberitahu bagian yang perlu diperbaiki. Supervisi
dilakukan untuk melihat bagian mana dari kegiatan sekolah yg masih negatif
untuk diupayakan menjadi positif, & melihat mana yang sudah positif untuk
ditingkatkan menjadi lebih positif lagi dan yang terpenting adalah pembinaannya
Orang yang melakukan supervise
disebut supervisor. Dibidang pendidikan disebut supervisor pendidikan. Menurut
keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 0134/0/1977, temasuk kategori
supervisor dalam pendidikan adalah kepala sekolah, penelik sekolah, dan para
pengawas ditingkatkan kabupaten/kotamadya, serta staf di kantor bidang yang ada
di tiap provinsi.
Jika supervisi dilaksanakan oleh
kepala sekolah, maka ia harus mampu melakukan berbagai pengawasan dan
pengendalian untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan. Pengawasan dan
pengendalian ini merupakan kontrol agar kegiatan pendidikan di sekolah terarah
pada tujuan yang telah ditetapkan. Pengawasan dan pengendalian juga merupakan
tindakan preventif untuk mencegah agar para tenaga kependidikan tidak melakukan
penyimpangan dan lebih berhati-hati dalam melaksanakan pekerjaannya.
B. TUJUAN DAN SASARAN SUPERVISI
a. Tujuan Supervisi
Tujuan utama supervisi adalah
memperbaiki pengajaran (Neagly & Evans, 1980; Oliva, 1984; Hoy &
Forsyth, 1986; Wiles dan Bondi, 1986; Glickman, 1990). Tujuan umum Supervisi
adalah memberikan bantuan teknis dan bimbingan kepada guru dan
staf agar personil tersebut mampu meningkatkan kwalitas kinerjanya, dalam
melaksanakan tugas dan melaksanakan prosesbelajar mengajar
.
Secara operasional dapat dikemukakan beberapa
tujuan konkrit dari supervisi
pendidikan yaitu :
1. Meningkatkan mutu kinerja guru
1. Meningkatkan mutu kinerja guru
·
Membantu
guru dalam memahami tujuan pendidikan dan apa peran sekolah dalam mencapai
tujuan tersebut
·
Membantu
guru dalam melihat secara lebih jelas dalam memahami keadaan dan kebutuhan
siswanya.
·
Membentuk
moral kelompok yang kuat dan mempersatukan guru dalam satu tim yang efektif,
bekerjasama secara akrab dan bersahabat serta saling menghargai satu dengan
lainnya.
·
Meningkatkan
kualitas pembelajaran yang
pada akhirnya meningkatkan prestasi belajar siswa.
·
Meningkatkan
kualitas pengajaran guru baik itu dari segi strategi, keahlian dan alat
pengajaran.
·
Menyediakan
sebuah sistim yang berupa penggunaan teknologi yang dapat membantu guru dalam
pengajaran.
·
Sebagai
salah satu dasar pengambilan keputusan bagi kepala sekolah untuk reposisi guru.
2. Meningkatkan keefektifan kurikulum
sehingga berdaya guna dan terlaksana dengan baik
3. Meningkatkan keefektifan dan keefesiensian
sarana dan prasarana yang ada untuk dikelola dan dimanfaatkan dengan baik
sehingga mampu mengoptimalkan keberhasilan siswa
4. Meningkatkan kualitas pengelolaan
sekolah khususnya dalam mendukung terciptanya suasana kerja yang optimal yang
selanjutnya siswa dapat mencapai prestasi belajarsebagaimana
yang diharapkan.
5. Meningkatkan kualitas situasi umum
sekolah sehingga tercipta situasi yang tenang dan tentram serta kondusif yang
akan meningkatkan kualitas pembelajaran yang
menunjukkan keberhasilan lulusan.
b. Sasaran Supervisi
Adapun sasaran utama dari
pelaksanaan kegiatan supervisi tersebut adalah peningkatan
kemampuan profesional guru (Depdiknas,
1986; 1994 & 1995).
Sasaran Supervisi Ditinjau dari objek yang
disupervisi, ada 3 macam bentuk supervisi :
1. Supervisi Akademik, Menitikberatkan pengamatan
supervisor pada masalah-masalah akademik, yaitu hal-hal yang berlangsung berada
dalam lingkungan kegiatanpembelajaran pada
waktu siswa sedang dalam proses mempelajari sesuatu
2. Supervisi Administrasi, Menitikberatkan pengamatan
supervisor pada aspek-aspek administrasi yang berfungsi sebagai pendukung dan
pelancar terlaksananyapembelajaran.
3. Supervisi Lembaga, Menyebarkan objek pengamatan
supervisor pada aspek-aspek yang berada di sekolah. Supervisi ini dimaksudskan
untuk meningkatkan nama baik sekolah atau kinerja sekolah secara keseluruhan.
Misalnya: Ruang UKS (Unit Kesehatan Sekolah), Perpustakaan dan
lain-lain.
C. Prinsip-prinsip Supervisi
Secara sederhana prinsip-prinsip Supervisi adalah
sebagai berikut :
·
Supervisi
hendaknya memberikan rasa aman kepada pihak yang disupervisi.
·
Supervisi
hendaknya bersifat Kontrukstif dan Kreatif
·
Supervisi
hendaknya realistis didasarkan pada keadaan dan kenyataan sebenarnya.
·
Kegiatan
supervisi hendaknya terlaksana dengan sederhana.
·
Dalam
pelaksanaan supervisi hendaknya terjalin hubungan profesional, bukan didasarkan
atas hubungan pribadi.
·
Supervisi
hendaknya didasarkan pada kemampuan, kesanggupan, kondisi dan sikap pihak yang
disupervisi.
·
Supervisi
harus menolong guru agar senantiasa tumbuh sendiri tidak tergantung pada kepala
sekolah
Pendapat lain mengenai Prinsip-prinsip Supervisi
adalah :
1.
Supervisi
bersifat memberikan bimbingan dan memberikan bantuan kepada guru dan staf
sekolah lain untuk mengatasi masalah dan mengatasi kesulitan dan bukan
mencari-cari kesalahan.
2. Pemberian bantuan dan bimbingan dilakukan secara
langsung, artinya bahwa pihak yang mendapat bantuan dan bimbingan tersebut
tanpa dipaksa atau dibukakan hatinya dapat merasa sendiri serta sepadan dengan
kemampuan untuk dapat mengatasi sendiri.
3.
Apabila
supervisor merencanakan akan memberikan saran atau umpan balik, sebaiknya
disampaikan sesegera mungkin agar tidak lupa. Sebaiknya supervisor memberikan
kesempatan kepada pihak yang disupervisi untuk mengajukan pertanyaan atau
tanggapan.
4.
Kegiatan
supervisi sebaiknya dilakukan secara berkala misalnya 3 bulan sekali, bukan
menurut minat dan kesempatan yang dimiliki oleh supervisor.
5.
Suasana yang
terjadi selama supervisi berlangsung hendaknya mencerminkan adanya hubungan
yang baik antara supervisor dan yang disupervisi tercipta suasana kemitraan
yang akrab. Hal ini bertujuan agar pihak yang disupervisi tidak akan
segan-segan mengemukakan pendapat tentang kesulitan yang dihadapi atau
kekurangan yang dimiliki.
6.
Untuk menjaga
agar apa yang dilakukan dan yang ditemukan tidak hilang atau terlupakan,
sebaiknya supervisor membuat catatan singkat, berisi hal – hal penting yang
diperlukan untuk membuat laporan.
Sedangkan menurut Tahalele dan Indrafachrudi
(1975) prinsip-prinsip supervisi sebagai berikut :
·
Supervisi
harus dilaksanakan secara demokratis dan kooperatif,
·
Supervisi
harus kreatif dan konstruktif,
·
Supervisi
harus ”scientific” dan efektif,
·
Supervisi
harus dapat memberi perasaan aman pada guru-guru,
·
Supervisi
harus berdasarkan kenyataan,
·
Supervisi
harus memberi kesempatan kepada supervisor dan guru-guru untuk mengadakan “self
evaluation”
Karena prinsip-prinsip supervisi di
atas merupakan kaidah-kaidah yang harus dipedomani atau dijadikan landasan di
dalam melakukan supervisi, maka hal itu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh
dari para supervisor, baik dalam konteks hubungan supervisor - guru, maupun di
dalam proses pelaksanaan supervisi.
D. Fungsi Supervisi
1. Fungsi Meningkatkan Mutu Pembelajaran Ruang
lingkupnya sempit, hanya tertuju pada aspek akademik, khususnya yang terjadi di
ruang kelas ketika guru sedang memberikan bantuan dan arahan kepada siswa.
2.
Fungsi
Memicu Unsur yang Terkait dengan Pembelajaran Lebih
dikenal dengan nama Supervisi Administrasi
3.
Fungsi
Membina dan Memimpin
E. Tipe-tipe Supervisi
Tipe seperti ini biasanya terjadi
dalam administrasi dan model kepemimpinan yang
otokratis, mengutamakan pada upaya mencari kesalahan orang lain, bertindak
sebagai “Inspektur” yang bertugas mengawasi pekerjaan guru. Supervisi ini
dijalankan terutama untuk mengawasi, meneliti dan mencermati apakah guru dan
petugas di sekolah sudah melaksanakan seluruhtugas yang
diperintahkan serta ditentukan oleh atasannya.
1.
Tipe Laisses
Faire
Tipe ini kebalikan dari tipe sebelumnya. Kalau dalam
supervisi inspeksi bawahan diawasi secara ketat dan harus menurut perintah
atasan, pada supervisi Laisses Faire para pegawai dibiarkan saja bekerja
sekehendaknya tanpa diberi petunjuk yang benar. Misalnya: guru boleh mengajar
sebagaimana yang mereka inginkan baik pengembangan materi, pemilihan metodeataupun
alat pelajaran.
2.
Tipe
Coersive
Tipe ini tidak jauh berbeda dengan tipe inspeksi.
Sifatnya memaksakan kehendaknya. Apa yang diperkirakannya sebagai sesuatu yang
baik, meskipun tidak cocok dengan kondisi atau kemampuan pihak yang disupervisi
tetap saja dipaksakan berlakunya. Guru sama sekali tidak diberi kesempatan
untuk bertanya mengapa harus demikian. Supervisi ini mungkin masih bisa
diterapkan secara tepat untuk hal-hal yang bersifat awal. Contoh supervisi yang
dilakukan kepada guru yang baru mulai mengajar. Dalam keadaan demikian, apabila
supervisor tidak bertindak tegas, yang disupervisi mungkin menjadi ragu-ragu
dan bahkan kehilangan arah yang pasti.
3.
Tipe
Training dan Guidance
Tipe ini diartikan sebagai memberikan latihan dan
bimbingan. Hal yang positif dari supervisi ini yaitu guru dan staf tata usaha
selalu mendapatkan latihan dan bimbingan dari kepala sekolah. Sedangkan dari
sisi negatifnya kurang adanya kepercayaan pada guru dan karyawan bahwa mereka
mampu mengembangkan diri tanpa selalu diawasi, dilatih dan dibimbing oleh
atasannya.
4.
Tipe Demokratis
Selain kepemimpinan yang
bersifat demokratis, tipe ini juga memerlukan kondisi dan situasi yang khusus.
Tanggung jawab bukan hanya seorang pemimpin saja
yang memegangnya, tetapi didistribusikan atau didelegasikan kepada para anggota
atau warga sekolah sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing.
F. Teknik-Teknik Yang Digunakan
Dalam Pelaksanaan Supervisi
Teknik supervisi Pendidikan adalah atat yang
digunakan oleh supervisor untuk mencapai tujuan supervisi itu sendiri yang pada
akhir dapat melakukan perbaikan pengajaran yang sesuai dengan situasi dan
kondisi. Dalam pelaksanaan supervisi pendidikan,
sebagai supervisor harus mengetahui dan memahami serta melaksanakan teknik –
teknik dalam supervisi. Berbagai macam teknik dapat digunakan oleh supervisor
dalam membantu guru meningkatkan situasi belajar mengajar, baik secara kelompok
maupun secara perorangan ataupun dengan cara langsung bertatap muka dan cara
tak langsung bertatap muka atau melalui media komunikasi (Sagala 2010 : 210).
Adapun teknik–teknik Supervisi adalah sebagai berikut :
1.
Teknik Supervisi yang bersifat kelompok
Teknik Supervisi yang bersifat
kelompok ialah teknik supervisi yang dilaksanakan dalam pembinaan guru
secara bersama – sama oleh supervisor dengan sejumlah guru dalam satu
kelompok (Sahertian 2008 : 86).
Teknik Supervisi yang bersifat kelompok antara lain :
(Sagala 2010 : 210 - 227)
a.
Pertemuan Orientasi bagi guru baru.
Pertmuan orientasi adalah pertemuan
anatar supervisor dengan supervisee (Terutama guru baru) yang bertujuan
menghantar supervisee memasuki suasana kerja yang baru dikutip menurut pendapat
Sagala (2010 : 210) dan Sahertian (2008 : 86). Pada pertemuan Orientasi
supervisor diharapkan dapat menyampaikan atau menguraikan kepada supervisee hal
– hal sebagai berikut (Sahertian 2008 : 86) :
·
Sistem kerja
yang berlaku di sekolah itu.
·
Proses dan
mekanisme administrasi dan organisasi sekolah.
·
Biasanya
diiringi dengan tanya jawab dan penyajian seluruh kegiatan dan situasi sekolah.
·
Sering juga
pertemuan orientasi ini juga diikuti dengan tindak lanjut dalam bentuk diskusi
kelompok dan lokakarya.
·
Ada juga
melalui perkunjungan ke tempat – tempat tertentu yang berkaitan atau
berhubungan dengan sumber belajar.
·
Salah satu
ciri yang sangat berkesan bagi pembinaan segi sosial dalam orientasi ini adalah
makan bersama.
·
Aspek lain
yang membantu terciptanya suasana kerja ialah bahwa guru baru tidak merasa
asing tetapi guru baru merasa diterima dalam kelompok guru lain.
b. Rapat guru
Rapat Guru adalah teknik supervisi
kelompok melalui rapat guru yang dilakukan untuk membicarakan proses
pembelajaan, dan upaya atau cara meningkatkan profesi guru. (Pidarta 2009 :
71). Tujuan teknik supervisi rapat guru yang dikutip menurut pendapat Sagala
(2010 : 212) dan Pidarta (2009 : 171) adalah sebagai berikut :
·
Menyatukan
pandangan – pandangan guru tentang masalah – masalah dalam mencapai makna dan
tujuan pendidikan.
·
Memberikan motivasi kepada
guru untuk menerima dan melaksanakan tugas – tugasnya dengan baik serta dapat
mengembangkan diri dan jabatan mereka secara maksimal.
·
Menyatukan
pendapat tentang metode kerja
yang baik guna pencapaian pengajaran yang maksimal.
·
Membicarakan
sesuatu melalui rapat guru yang bertalian dengan prosespembelajaran.
·
Menyampaikan
informasi baru seputar belajar dan pembelajaran,
kesulitan – kesulitan mengajar, dan cara mengatasi kesulitan mengajar secara
bersama dengan semua guru disekolah.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam suatu
rapat guru yang dikutip menurut pendapat Sagala (2010 : 211), antara lain
:
1.
Tujuan –
tujuan yang hendak dicapai harus jelas dan konkrit.
2.
Masalah –
masalah yang akan menjadi bahan rapat harus merupakan masalah yang timbul dari
guru – guru yang dianggap penting dan sesuai dengan kebutuhan mereka.
3.
Masalah
pribadi yang menyangkut guru di lembaga pendidikan tersebut perlu mendapat
perhatian.
4.
Pengalaman –
pengalaman baru yang diperoleh dalam rapat tersebut harus membawa mereka pada
peningkatan pembelajaran terhadap
siswa.
5.
Partisipasi
guru pada pelaksanaan rapat hendaknya dipikirkan dengan sebaik – baiknya.
6.
Persoalan
kondisi setempa, waktu, dan tempat rapat menjadi bahan pertimbangan dalam
perencanaan rapat guru.
c.
Studi kelompok antar guru
Studi kelompok antara guru adalah
suatu kegiatan yang dilakukan oleh sejumlah guru yang memiliki keahlian
dibidang studi tertentu, seperti MIPA, Bahasa, IPS dan sebagainya, dan
dikontrol oleh supervisor agar kegiatan dimaksud tidak berubah menjadi ngobrol
hal – hal yang tidak ada kaitannya dengan materi. Topik yang akan dibahas dalam
kegiatan ini telah dirumuskan dan disepakati terlebih dahulu. Tujuan
pelaksanaan teknik supervisi ini adalah sebagai berikut :
·
Meningkatkan
kualitas penguasaan materi dan kualitas dalam memberi layanan belajar.
·
Memberi
kemudahan bagi guru – guru untuk mendapatkan bantuan pemechan masalah pada
materi pengajaran.
·
Bertukar
pikiran dan berbicara dengan sesama guru pada satu bidang studi atau bidang –
bidang studi yang serumpun.
d. Diskusi
Diskusi adalah pertukaran pikiran
atau pendapat melalui suatu percakapan tentang suatu masalah untuk mencari
alternatif pemecahannya. Diskusi merupakan salah satu teknik supervisi kelompok
yang digunakan supervisor untuk mengembangkan berbagai ketrampilan pada diri
para guru dalam mengatasi berbagai masalah atau kesulitan dengan cara melakukan
tukar pikiran antara satu dengan yang lain. Melalui teknik ini supervisor
dapat membantu para guru untuk saling mengetahui, memahami, atau mendalami
suatu permasalahan, sehingga secara bersama – sama akan berusaha mencari
alternatif pemecahan masalah tersebut (Sagala 2010 : 213). Tujuan
pelaksanaan supervisi diskusi adalah untuk memecahkan masalah – masalah yang
dihadapi guru dalam pekerjaannya sehari – hari dan upaya meningkatkan profesi
melaluii diskusi.
Hal – hal yang harus diperhatikan supervisor
sebagai pemimpin diskusi
sehingga setiap anggota mau berpartisipasi selama diskusi berlangsung
supervisor harus mampu :
·
Menentukan
tema perbincangan yang lebih spesifik ;
·
Melihat
bahwa setiap anggota diskusi senang dengan keadaan dan topik yang dibahas dalam
diskusi.
·
Melihat
bahwa masalah yang dibahas dapat dimengerti oleh semua anggota dan dapat
memecahkan masalah dalam pengajaran.
·
Melihat
bahwa kelompok merasa diperlukan dan diikutsertakan untuk mencapai hasil
bersama.
·
Mengakui
pentingnya peranan setiap anggota yang dipimpinnya.
e. Workshop
Workshop adalah suatu kegiatan
belajar kelompok yang terjadi dari sejumlah pendidik yang sedang memecahkan
masalah melalui percakapan dan bekerja secara kelompok. Hal – hal yang perlu
diperhatikan pada waktu pelaksanaan workshop antara lain :
1. Masalah yang dibahas bersifat “Life cntred” dan muncul
dari guru tersebut,
2. Selalu menggunakan secara maksimal aktivitas mental
dan fisik dalam kegiatan sehingga tercapai perubahan profesi yang lebih tinggi
dan lebih baik.
f.
Tukar menukar pengalaman
Tukar menukar pengalaman “Sharing of
Experince” suatu teknik perjumpaan dimana guru menyampaikan pengalaman
masing-masing dalam mengajar terhadap topik-topik yang sudah diajarkan, saling
memberi dan menerima tanggapan dan saling belajar satu dengan yang lain.
Langkah – langkah melakukang sharing antara lain :
·
Menentukan
tujuan yang akan dicapai.
·
Menentukan
pokok masalah yang akan dibahas.
·
Memberikan
kesempatan pada setiap peserta untuk menyumbangkan pendapat pendapat mereka
·
Merumuskan
kesimpulan.
2.
Teknik Individual dalam Supervisi
Teknik Individual Menurut Sahertian
yang dikutip oleh Sagala (2010 : 216) adalah teknik pelaksanaan supervisi yang
digunakan supervisor kepada pribadi – pribadi guru guna peningkatan kualitas
pengajaran disekolah. Teknik – teknik individual dalam pelaksanaan supervisi
antara lain:
a.
Teknik Kunjungan kelas.
Teknik kunjungan kelas adalah suatu
teknik kunjungan yang dilakukan supervisor ke dalam satu kelas pada saat guru
sedang mengajar dengan tujuan untuk membantu guru menghadapi masalah/kesulitan
mengajar selama melaksanakan kegiatan pembelajaran.
Kunjungan kelas dilakukan dalam upaya supervisor memperoleh data tentang
keadaan sebenarnya mengenai kemampuan dan ketrampilan guru mengajar. Kemudian
dengan yang ada kemudian melakukan perbincangan untuk mencari pemecahan atas
kesulitan – kesulitan yang dihadapi oleh guru. Sehingga kegiatan pembelajaran dapat
ditingkatkan. Kunjungan kelas dapat dilakukan dengan 3 cara, yatiu :
·
Kunjungan
kelas tanpa diberitahu,
·
Kunjungan
kelas dengan pemberitahuan,
·
Kunjungan
kelas atas undangan guru,
·
Saling
mengunjungi kelas.
b. Teknik Observasi Kelas
Teknik observasi kelas dilakukan
pada saat guru mengajar. Supervisor mengobservasi kelas dengan tujuan untuk
memperoleh data tentang segala sesuatu yang terjadi proses belajar mengajar.
Data ini sebagai dasar bagi supervisor melakukan pembinaan terhadap guru yang
diobservasi. Tentang waktu supervisor mengobservasi kelas ada yang diberitahu
dan ada juga tidak diberi tahu sebelumnya, tetapi setelah melalui izin supaya
tidak mengganggu proses belajar mengajar. Selama berada dikelas supervisor
melakukan pengamatan dengan teliti, dan menggunakan instrumen yang ada terhada
lingkungan kelas yang diciptakan oleh guru selama jam pelajaran.
c.
Percakapan Pribadi
Percakapan
pribadi merupakan Dialog yang dilakukan oleh guru dan supervisornya, yang
membahas tentang keluhan – keluhan atau kekurangan yang dikeluarkan oleh guru
dalam bidang mengajar, di mana di sini supervisor dapat memberikan jalan
keluarnya. Dalam percakapan ini supervisor berusaha menyadarkan guru akan
kelebihan dan kekurangannya. mendorong agar yang sudah baik lebih di tingkatkan
dan yang masih kurang atau keliru agar diupayakan untuk memperbaikinya.
d.
Intervisitasi (mengunjungi sekolah lain)
Teknik ini dilakukan oleh
sekolah-sekolah yang masih kurang maju dengan menyuruh beberapa orang guru
untuk mengunjungi sekolah – sekolah yang ternama dan maju dalam pengelolaannya
untuk mengetahui kiat – kiat yang telah diambil sampai seekolah tersebut maju.
Manfaat yang dapat diperoleh dari teknik supervisi ini adalah dapat saling
membandingkan dan belajar atas kelebihan dan kekurangan berdasarkan pengalaman
masing – masing. Sehingga masing – masing guru dapat memperbaiki kualitasnya
dalam memberi layanan belajar kepada peserta didiknya.
e.
Penyeleksi berbagai sumber materi untuk mengajar.
Teknik pelaksanaan supervisi ini
berkaitan dengan aspek – aspek belajar mengajar. Dalam usaha memberikan
pelayanan profesional kepada guru, supervisor pendidikan akan menaruh perhatian
terhadap aspek – aspek proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang
efektif. supervisor harus mempunyai kemampuan menyeleksi berbagai sumber materi
yang digunakan guru untuk mengajar. Adapun cara untuk mengikuti
perkembangan keguruan kita, ialah dengan berusaha mengikuti perkembangan itu
melalui kepustakaan profesional, dengan mengadakan "profesional reading
". Ini digunakan untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan situasi
belajar mengajar yang lebih baik. Hal ini menyatakan bahwa teknik penyeleksian
berbagai suber materi untuk mengajar memiliki arti bahwa Teknik ini yang
menitik beratkan kepada kemampuan Supervisor dalam menyeleksi buku – buku yang
dimiliki oleh guru pada saat mengajar yang sesuai dengan kebutuhan kegiatan
belajar mengajar.
f. Menilai diri sendiri
Guru dan supervisor melihat
kekurangan masing-masing yang mana ini dapat memberikan nilai tambah pada
hubungan guru dan supervisor tersebut,yang akhirnya akan memberikan nilai
positif bagi kegiatan belajar mengajar yang baik. Menilai diri sendiri
merupakan tugas yang tidak mudah bagi guru, karena suatu pengukuran terbalik
karena selama ini guru hanya menilai murid-muridnya. Ada beberapa cara atau
alat yang dapat digunakan untuk menilai diri sendiri, antara lain membuat
daftar pandangan atau pendapat yang disampaikan kepada murid-murid untuk
menilai pekerjaan atau suatu aktivitas guru di muka kelas. Yaitu dengan
menyususun pertanyaan yang tertutup maupun terbuka, tanpa perlu menyebutkan
nama siswa.
3. Diskusi Panel
Teknik ini dilakukan dihadapan guru oleh
para pakar dari bermacam sudut ilmu dan pengalaman terhadap suatu masalah yang
telah ditetapkan. Mereka akan melihat suatu masalah itu sesuai dengan pandangan
ilmu dan pengalaman masing-masing sehingga guru dapat
masukan yang sangat lengkap dalam menghadapi atau memecahkan suatu masalah.
Manfaat dari kegiatan ini adalah lahirnya sifat cekatan dalam memecahkan
masalah dari berbagai sudut pandang ahli.
4.
Seminar
Seminar adalah suatu rangkaian
kajian yang diikuti oleh suatu kelompok untuk mendiskusikan, membahas dan
memperdebatkan suatu masalah yang berhubungan dengan topik. Berkaitan
dengan pelaksanaan supervisi, dalam seminar ini dapat dibahas seperti bagaimana
menyusun silabus sesuai standar isi, bagaimana mengatasi masalah disiplin
sebagai aspek moral sekolah, bagaimana mengatasi anak – anak yang selalu
membuat keributan dikelas, dll. Pada waktu pelaksanaan seminar kelompok
mendengarkan laporan atau ide – ide menyangkut permasalahan pendidikan dari
salah seorang anggotanya.
5.
Simposium
Kegiatan mendatangkan seorang ahli
pendidikan untuk membahas masalah pendidikan. Simposium menyuguhkan
pidato-pidato pendek yang meninjau suatu topik dari aspek-aspek yang berbeda.
Penyuguh pidato biasanya tiga orang dimana guru sebagai
pengikut diharapkan dapat mengambil bekal dengan mendengarkan pidato-pidato
tersebut.
6.
Demonstrasi mengajar
Usaha peningkatan belajar mengajar
dengan cara mendemonstrasikan cara mengajar dihadapanguru dalam
mengenalkan berbagai aspek dalam mengajar di kelas oleh supervisor.
7.
Buletin supervisi
Suatu media yang bersifat cetak
dimana disana didapati peristiwaperistiwa pendidikan yang berkaitan dengan
cara-cara mengajar,tingkah laku siswa,dan sebagainnuya.Diharapkan ini dapat
membantu guru untuk
menjadi lebih baik.
G. Kelemahan Dan Kelebihan Teknik –
Teknik Dalam Pelaksanaan Supervisi
1. Kelemahan Teknik – Teknik Dalam
Pelaksanaan Supervisi
·
Perlu biaya
yang banyak, waktu yang tepat, sekolah jadi kurang efektif.
·
Perlu
penyediaan waktu yang tepat
·
Tidak
mencerminkan keadaan sehari-hari
·
Kurang
demokratis
·
Mengganggu
kelas lain dalam KBM, kelas sendiri ditinggalkan
·
Agak sulit
menentukan dan cukup menyita waktu
·
Agak sulit
menemukan waktu
·
Guru merasa
canggung dan kurang bebas
2. Kelebihan Teknik – Teknik Dalam
Pelaksanaan Supervisi
·
Dapat
mengetahui kelebihan yang dapat dikembangkan, mengetahui kelemahan untuk
perbaikan, memberikan saran sesuai dengan kebutuhan
·
Bantuan
diberikan kepada seluruh guru dalam
satu kali pertemuan, pertukaran pikiran secara umum
·
Hal-hal yang
baik dapat dijadikan contoh, hal yang kurang dapat didiskusikan
·
Dapat
memberikan bimbingan aktual
·
Guru dapat
menunjukan hasil usahanya
·
Dapat
melayani kebutuhan khusus setempat
·
Dapat
mengetahui kelebihan yang dapat dikembangkan, mengetahui kelemahan untuk
perbaikan, memberikan saran sesuai dengan kebutuhan.
H. PERANGKAT SUPERVISI
Salah satu perangkat yang digunakan
dalam melaksankan supervisi ialah instrument observasipembelajaran/check
list terutama untuk supervisi kelas, supervisi klinis, dengan demikian
diharapkan indicator yang diamati untuk setiap unsure yang diamati, antara
lain
1.
Persiapan
dan aperisepsi
2.
Relevansi
materi dengan tujuan instruksional
3.
Penguasaan
materi
4.
Strategi
5.
Metode
6.
Manajemen kelas
7.
Pemberian
metivasi kepada siswa
8.
Nada dan
suara
9.
Penggunaan
bahasa
10. Gaya dan sikap perilaku.
BAB III
PENUTUP
Supervisi ialah pembinaan yang diberikan
kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat meningkatkan kemampuan untuk
mengembangkan situasi belajar-mengajar yang lebih baik. Orang yang melakukan
supervisi disebut dengan supervisor.Supervisi dapat kita artikan
sebagai pembinaan. Sedangkan sasaran pembinaan tersebut bisa untuk kepala
sekolah, guru, pegawai tata usaha. Namun yang menjadi sasaran supervisi
diartikan pula pembinaan guru.
Tujuan supervisi pendidikan ialah
mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik melalui pembinaan dan
peningkatan profesi mengajar. Fungsi dan tujuan supervisi pendidikan
diantaranya adalah Sebagai arah pendidikan,tujuan sebagai titik akhir, tujuan
sebagai titik pangkal mencapai tujuan lain. Dalam hal ini, tujuan pendidikan
yang satu dengan yang lain merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan.
Supervisi memiliki tujuan yang sangat
penting untuk dicapai, oleh karena itu supervisi tentunya memiliki manfaat yang
sangat penting. Diantara manfaat supervisi adalah Mengkoordinasi semua
usaha sekolah, Memperlengkapi kepemimpinan sekolah, Memperluas pengalaman guru,
Menstimukasi usaha-usaha sekolah yang kreatif, Memberi fasilitas dan penilaian
yang terus menerus dan masih banyak lagi manfaat atau fungsi supervisi
pendidikan tersebut. Selain memiliki tujuan dan fungsi, supervisi juga memiliki
prinsip dasar dalam proses pelaksanaannya. Kemudian supervisi juga memiliki
berbagi tipe, diantarannya adalah otokrasi, demokratis, demokratis semu,
manipulasi diplomasi bdan Laissez-faire.
DAFTAR PUSTAKA
Maryono. 2011. Dasar-Dasar
& Teknik Menjadi Supervisor Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
Nawawi, Hadari. 1993. Administrasi
Pendidikan. Jakarta: Haji Masagung
Rifai, Moh. 1982. Supervisi
Pendidikan. Bandung: Jemmars
Subari. 1994. Supervisi
Pendidikan Dalam Rangka Perbaikan Situasi Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara
Subroto, Suryo. 1988. Dimensi-dimensi
Administrasi Pendidikan di Sekolah. Jakarta: Bina Aksara
https://muhfathurrohman.wordpress.com/2012/10/11/memahami-konsep-dasar-supervisi-pendidikan-islam-dengan-tuntas/